OKA Art News

News Detail

“Celoteh Pertiwi” Karya Seni Menyapa Lingkungannya

Bila seorang seniman berbicara mengenai masalah yang ada dalam masyarakatnya, dalam kehidupannya, ia mesti berangkat dari pemahaman yang kritis, cermat, tidak emosional, dan berdasarkan fakta, ini berarti bahwa karya secara proporsional, kalaupun si seniman berpihak dalam menghadapi suatu masalah dalam proses penciptaanya, ia berangkat dari sikap yang mengacu pada kepentingan dasar manusia dan kemanusiaan. Dalam upaya perwujudan kreativitas yang berangkat dari pemahaman masalah yang ada dalam lingkungannya, seniman hendaknya tak terlampau fanatik mengunakan suatu media. Ia harus taktis, tak terikat dengan media ungkap yang konvensional. Ini berarti ia tidak akan memilah-milah, atau menarik garis batas media. Yang lebih menjadi titik perhatiannya adalah sejauh mana media tersebut efektif menjadi wadah persoalan yang dilontarkannya. Ia cukup melihat secara jeli dan taktis untuk mengunakan berbagai media ungkap masalah dan gagasan. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa masalah yang dilontarkan dalam karya bersih, utuh, dan tetap menohok untuk membangkitkan kesadaran diri penghayat terhadap masalah tersebut, masalah yang dihadirkan harus komunikatif, akrab dan lekat dengan masyarakat penghayat dan menjadi kepentingan masyarakat bersama. Oleh karena itu Gede Oka Astawa (Oka Art Project) lebih menghargai keinginan untuk menjalin komunikasi yang jadi titik penting dari proses penyampaian gagasan dan pembangkitan kesadaran atas suatu masalah. Jadi karya seni bukanlah sekedar barang pajangan, namun dapat bermakna sebagai lampu isyarat masalah, alat pembangkit kesadaran, dan tentu saja menjadi berkas sejarah dari kemampuan manusia dalam menghadapi persoalan zamannya.

Karya seri “Celoteh Pertiwi” merupakan salah satu bagian dari program Oka Art Project untuk mendekatkan pemikiran seni rupa dengan lingkungannya. Proyek seni ini merupakan rangkaian dari program Ecoko Agriculture Art Project yang Oka Astawa gagas dengan tujuan memberikan perhatian terhadap dunia petani dan pertanian melalui karya seni. Karya instalasi ini merupakan bentuk dukungan dan kepedulian Oka terhadap nasib pertanian di Bali saat ini. Project ini juga sebagai sebuah upaya untuk mempelajari, menyuarakan dan memaknai dunia pertanian di Bali dengan bahasa-bahasa kesenian yang dijiwai oleh sepirit gotong royang.
Karya seri “Celoteh Pertiwi” ini juga melibatkan masyarakat, khususnya para petani dengan tujuan memaknai seni sebagai media penyadaran dan propaganda tentang pentingnya keseimbangan ekologi termasuk pelestarian budaya agrarian diera globalisasi sekarang ini. Oka ingin mengkomunikasikan keresahan para petani terhadap lahan produktif yang semakin berkurang ini, kecintaan dan kebanggaan terhadap pertanian di Bali harus kita suarakan, karena kita semua makan nasi, dan dunia pertanian di Bali merupakan sebuah kebudayaan yang telah diakui dunia, subak pun menjadi salah satu bentuk sitem kearifan lokal buka semata-mata sebagai sebuah sistem irigasi tapi didalamnya terdapat aspek kebudayaan yang menyeluruh meliputi aspek religi, sistem sosial kultural yang melingkupi segala aspek kehidupan masyarakat petani sebagai pendukung utama dari peradaban agrarias ini.